4 Bagian CPU/Processor Beserta Fungsinya

03 November 0
  • Pengertian Processor: processor adalah otak sentral dari komputer. Sebetulnya processor inilah yang disebut CPU (Central Processing Unit) artinya unit pemroses utama dari perintah-perintah program yang harus dijalankan komputer.

  • 4 Bagian CPU/Processor Beserta Fungsinya:
  1. CU (Control Unit/Unit Control), adalah unit utama dari sebuah processor yang mengontrol program dan kinerja semua bagian processor.
  2. ALU (Aritmatikal Logical Unit), adalah unit yang melakukan penghitungan aritmatika dasar dan operasi logika boolean. Jadi ALU dibagi menjadi dua unit yaitu unit aritmatika dan unit boolean. ALU juga berfungsi mengambil keputusan terhadap operasi logika yang diproses.
  3. Register, adalah sebuah memori kecil dengan kecepatan yang sangat tinggi yang digunakan untuk menyimpan data sementara yang sedang diproses.
  4. CPU interconenction (BUS), adalah sistem koneksi yang menghubungkan begian-bagian dalam CPU dan juga koneksi CPU keluar seperti ke RAM, perangkat input-output dan ke Slot ekspansi (PCI).

Contoh Alat Input dan Output Beserta Fungsinya

03 November 0
Assalamu Alaikum Warrahmatullahi Wabarakatu. Dalam postingan kali ini yang akan dibahas adalah "Contoh Alat Input dan Output Beserta Fungsinya". Artikel ini saya buat sebagai Tugas I, Mata Kuliah Pengelolaan Instalasi Komputer.

Apa itu alat input ? apa itu alat output ? serta apa fungsi alat input dan output ..?


  • Pengertian Alat Input

  • Alat input adalah alat-alat yang berfungsi untuk memasukan data atau perintah dari luar sistem ke dalam suatu memori dan prosesor untuk diolah guna menghasilkan informasi yang diperlukan.

  • Pengertian Alat Output

  • Alat output adalah alat-alat yang berfungsi mengeluarkan data-data yang berbentuk informasi yang dibutuhkan.

  • Contoh Alat Output dan Fungsinya

    1. Keyboard, Berfungsi memasukkan huruf, angka, karakter khusus serta sebagai media bagi  user (pengguna) untuk melakukan  perintah-perintah lainnya yang  diperlukan.
    2. Mouse, Berfungsi untuk memindahkan pointer  atau kursosr secara cepat serta mengatur  posisi kursor di layar
    3. Scanner, Berfungsi untuk mengopi atau menyalin  gambar atau teks yang kemdian disimpan  dalam memori komputer. Scanner  sebenarnya terbagi atas beberapa jenis  menurut fungsinya. ada yang berfungsi  memindai tulisan dan menyimpannya  dalam format teks, ada yang berfungsi  untuk memindai dan menyimpan dalam  format picture, ada pula yang berfungsi  untuk memindai warna hitam seperti  yang  dilakukan alat periksa kertas ujian.
    4. Joysetick, Umumnya digunakan sebagai pelengkap  untuk memainkan permainan video yang  dilengkapi lebih dari satu tombol.
    5. Touch Pad, Fungsinya sebagai penggerak kursor pada  monitor melalui stimulasi gerakan jari  yang menyentuh touchpad tersebut.
    6. Track Ball, Menyimulasikan pergerakan vertikal  mouse, sehingga pengguna tidak perlu  menggerakkan mouse berulang kali untuk  dapat menaikkan atau menurunkan layar.
    7. Camera Digital, Menangkap obyek gambar yang akan  ditampilkan ke layar komputer untuk  diproses lebih lanjut.
    8. Handy Cam, Merekam gambar yang akan ditampilkan  ke layar monitor untuk diproses lebih  lanjut.
    9. Graphics Pads, Untuk menggambar objek pada monitor.
    10. Webcam, Digunakan untuk konferensi video jarak    jauh atau sebagai kamera pemantau.
    11. Microphone and Headphone, Microphone berfungsi untuk merekam  suara yang akan disimpan dalam memori  komputer, selain itu kita juga dapat  berbicara dengan orang lain pada saat  chatting. Headphone berfungsi untuk  mendengarkan suara.
    12. Light Pen, Untuk memodifikasi atau mendesain  gambar dengan screen.
    13. Barcode Reader, Berfungsi untuk membaca suatu kode  yang berbentuk kotak-kotak atau garis-  garis tebal vertikal yang kemudian  diterjemahkan dalam bentuk angka-angka.
  • Contoh Alat Input dan Fungsinya

    1. Monitor, Berfungsi menampilkan teks dan/atau gambar, baik diam atau bergerak, yang dijanakan oleh komputer dan diproseskan oleh grafik.
    2. Printer, Untuk mencetak teks atau gambar ke media kertas atau media lainnya seperti kertas transparansi.
    3. Plotter, Digunakan untuk mencetak gambar ukuran yang  cukup besar, seperti gambar mesin dan konstruksi  bangunan.
    4. Speaker, Untuk memberikan informasi dalam bentuk suara.
    5. Proyektor, Berfungsi menampilkan bayangan sebuah  gambar positif yang dapat ditembus  cahaya.
    6. Headset, Headset merupakan gabungan antara headphone dan mikrofon. Alat ini biasanya digunakan untuk mendengarkan suara dan berbicara dengan perangkat komunikasi atau komputer, misalnya untuk VoIP.

    Tentara Bergajah Abrahah - Kisah Nabi Muhammad Part 1 Episode 6

    11 Maret 1
    gambar burung ababil melempari dan membinasakan pasukan bergajah abrahah
    burung ababil melempari dan membinasakan pasukan bergajah abrahah


    Tentara Bergajah Abrahah

    Walaupun Najasyi telah memaafkannya, Abrahah masih belum puas. Dia ingin menebus kesalahannya terhadap Najasyi. Kemudian dia membangun sebuah gereja terbesar di Yaman. Abrahah menamakannya al-Qulais. Setelah itu. itu dia mengirim berita kepada Najasyi bahwa dia telah membangun sebuah gereja yang terbesar di Yaman dan dia akan memerintahkan semua kabilah Arab supaya datang berhaji ke Yaman. Selanjutnya Abrahah mengirim utusannya kepada seluruh kabilah Arab supaya datang berhaji di al-Qulais.

    Apabila berita ini sampai kepada Ahlun Nasi, satu kabilah Arab yang terkenal karena sangat membesarkan Ka’bah, salah seorang dari mereka telah datang ke al-Qulais lalu membuang air besar di situ dan kotorannya di sapu ke seluruh dinding al-Qulais.

    Ketika Abrahah mengetahui bahwa orang yang membuat angkara ini adalah dari Ahlun Nasi’, Abrahah sangat marah marah dan berazam membalas dendam. Tanpa membuang waktu, dia mempersiapkan tentaranya termasuk Tentara Gajah yang sangat disegani. Dia bertekad meruntuhkan Ka’bah. Dia juga membawa gajahnya yang paling besar yang diberi nama Mahmud. Dalam perjalanan Abrahah menuju ke Ka’bah, ada beberapa kabilah Arab datang menyerang tentera Abrahah untuk menyekatnya dari meruntuhkan Ka’bah. Namun semuanya dikalahkan dengan mudah oleh tentera Abrahah yang gagah dan lengkap dengan senjata itu.

    Pasukan Gajah
    Sesampainya Abrahah di Taif, penduduk Taif tidak berani menyekat Abrahah. Mereka telah mengkhianati Ka’bah. Mereka bukan saja memberi laluan kepada Abrahah malah menghantar wakil mereka untuk menunjukkan jalan ke Ka’bah kepada Abrahah. Lelaki Taif ini dikenali sebagai Zu Rughal. Malangnya sebelum sampai ke Ka’bah, Zu Rughal meninggal dunia lalu dia dikuburkan di tempat kematiannya. Setelah itu kuburnya menjadi tempat orang Arab melaksanakan hukuman rajam sebagai penghinaan kepada orang yang khianat kepada kaumnya. Akhirnya masyarakat memberi gelar pengkhianat sebagai Zu Rughal.

    Apabila tentara Abrahah sampai diperbatasan Mekah, mereka merampas binatang ternak penduduk Mekah. Mereka turut merampas dua ratus ekor unta milik Abdul Mutalib. Untuk mengambil untanya, Abdul Mutalib yang merupakan Ketua Mekah, datang menghadap Abrahah. Ketika menyambut kedatangan Abdul Mutalib, Abrahah turun dari kursi khususnya untuk duduk di bawah bersama Abdul Mutalib.

    Keterampilan Abdul Mutalib sudah menjelaskan kehebatan dan ketokohannya. Abrahah menghormatinya. Abdul Mutalib meminta Abrahah mengembalikan binatang ternaknya dan binatang ternak penduduk Mekah yang telah dirampas oleh tentara Abrahah. Abrahah terkejut mendengar permintaan itu karena Abrahah menyangka Abdul Mutalib akan membujuknya supaya jangan mengganggu Ka’bah. Namun Abdul Mutalib mempunyai alasan sendiri. Abdul Mutalib menegaskan, “Wahai Abrahah, aku ini tuan dari unta-unta ini sebab itulah aku minta dikembalikan unta-unta ini. Sementara Ka’bah itu juga ada Tuan yang menjaganya. Sekiranya Ka’bah itu Rumah Allah, pasti Allah yang menjaganya.” Demikianlah keyakinan Abdul Mutalib terhadap Tuhannya.

    Mendengarkan penjelasan Abdul Mutalib itu, Abrahah mengembalikan semua binatang ternak yang dirampas dan berjanji tidak akan mengganggu penduduk Mekah. Misinya adalah ingin meruntuhkan Ka’bah. Hasil pertemuan dengan Abrahah, Abdul Mutalib berhasil membawa pulang binatang ternak penduduk Mekah. Dia mengajak seluruh penduduk Mekah berlindung ke bukit yang dekat dengan Kabah. Dari atas bukit itulah penduduk Mekah dengan hati yang iba dan cemas hanya mampu memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh Abrahah terhadap Ka’bah.

    Pada hari yang telah takdirkan oleh Allah, Abrahah menggerakkan Tentara Gajahnya menuju ke arah Ka’bah untuk meruntuhkan Kabah. Allah telah memperlihatkan kebesaran-Nya. Gajah tidak mau bergerak ke arah Ka’bah walaupun dipukul beberapa kali. Bila diarahkan ke arah lain, gajah segera bergerak tetapi bila diarahkan kembali ke arah Ka’bah, gajah tidak mahu bergerak. Ketika itu juga kelihatan awan hitam di langit, awan itu semakin dekat dan rupa-rupanya adalah sekumpulan burung. Burung-burung itu rupanya adalah tentara Tuhan yang bernama Ababil. Setiap Ababil membawa tiga biji batu kecil. Apabila tentara Abrahah bergerak ke arah Ka’bah, burung-burung ini melepaskan batu-batu kecil ini ke atas tentara Abrahah.

    Allah memperlihatkan lagi kebesaran-Nya. Begitu batu-batu kecil ini mengenai tentara Abrahah, daging mereka mula berguguran dan menjadi cair. Banyak tentara Abrahah yang mati. Melihatkan hal itu Abrahah berusaha untuk lari menyelamatkan dirinya tapi malang batu itu mengenai badannya. Akhirnya Abrahah dan semua tentaranya terbunuh. Allah telah menceritakan pada kita umat akhir zaman peristiwa ini dalam al-Quran:

    “Tidakkah engkau mengetahui bagaimana Tuhanmu telah melakukan kepada angkatan Tentara (yang dipimpin oleh pembawa) Gajah, (yang hendak meruntuhkan Kabah)? Bukankah Tuhanmu telah menjadikan rancangan jahat mereka dalam keadaan yang rugi dan memusnahkan mereka? Dan Ia telah mengirim kepada mereka (rombongan) burung berpasukan. Yang melontar mereka dengan batu-batu dari sejenis tanah yang dibakar. Lalu Ia menjadikan mereka hancur berkecai seperti daun-daun kayu yang dimakan ulat.” (Surah al-Fil: 1-5)

    Maha Besar Tuhan, Maha Besar Tuhan. Peristiwa ini telah menambah penghormatan masyarakat Arab kepada Kabah terutama bangsa Quraisy dan penduduk Mekah. Mereka telah menyaksikan peristiwa itu dengan mata kepala mereka sendiri. Maka tahun itu dinamakan Tahun Gajah. Nabi Muhammad saw dilahirkan pada tahun ini. Yaitu pada 12 Rabiul Awwal Tahun Gajah.

    Baca Juga: Persia Menaklukan Yaman - Kisah Nabi Muhammad Part 1 Episode 7

    Kedatangan Agama Nasrani ke Jazirah Arab - Kisah Nabi Muhammad Part 1 Episode 5

    03 Maret 0
    Kedatangan Agama Nasrani ke Jazirah Arab
    Ketika Yaman diperintah oleh keturunan Tabban yang bernama Zu Nuwas, ada seorang rahib Nasrani dari Syam meninggalkan Syam untuk berdakwah ke Afrika. Dalam perjalanan, dia diserang oleh perampok, dia ditangkap dan dijual kepada seorang lelaki dari Najran. Kemudian lelaki itu pindah ke Jazirah Arab. Nama rahib ini ialah Femeon. Karena Femeon telah menjadi hamba, disamping mengabdi dengan tuannya dia juga beribadah di waktu istirahat malah sangat kuat beribadah.
    kisah-nabi-muhammad
    Kisah Nabi Muhammad episode 5
    Pada satu malam majikannya masuk ke tempat Femeon dan dia melihat jasad Femeon bercahaya. Ketika ditanya, Femeon berpeluang untuk berdakwah kepada majikannya tentang agama Nasrani. Orang Najran ketika itu menyembah pohon.
    Femeon bertanya, “Bagaimana kalau Tuhan aku dapat mengalahkan tuhan kamu, apakah kamu mau menyembah Tuhan aku?”
    Orang Najran itu menjawab, “Kalau memang Tuhan kamu dapat mengalahkan tuhan aku, aku masuk agama kamu.”

    Lalu berkumpullah orang-orang di pohon yang menjadi sembahan penduduk Najran itu. Femeon datang ke situ, dia bersembahyang dan berdoa kepada Allah agar Allah memberi hidayah kepada penduduk Najran sehingga menerima agama Tuhan. Akhirnya Allah datangkan petir membakar pohon itu. Dengan peristiwa itu, semua penduduk Najran telah memeluk agama Nasrani.

    Setelah itu ada seorang lelaki dari Najran bernama Abdullah bin Tsabit dan beberapa orang pendeta Nasrani Najran pindah ke Yaman. Mereka beribadah dengan sembunyi-sembunyi di Yaman karena takut kepada penduduk Yahudi. Yaman ketika itu masih diperintah oleh Tubba’ yang bernama Zu Nuwas.

    Zu Nuwas sedang mencari pengganti ahli sihirnya yang sudah tua. Dia memilih seorang remaja yang paling cerdik di negerinya untuk mewarisi ilmu sihir dari tukang sihirnya. Setiap hari Remaja pilihan raja itu pergi belajar sihir kepada tukang sihir raja yang tinggal di sebuah bukit. Di dalam perjalanan menuju ke tempat gurunya itu, dia melinyasi tempat salah seorang Pendeta dari Najran tadi. Karena sering lewat kawasan itu, dia dapat mendengar rintihan Rahib ini dalam ibadahnya. Dia pun jatuh hati mendengar rintihan dan doa Pendeta itu. Akhirnya Remaja itu belajar dengan Rahib itu.

    Pada waktu itu dia masih belajar ilmu sihir dari tukang sihir raja. Kebenaran yang telah meresap dalam jiwanya telah menjadikan dia benci kepada sihir. Akhirnya dia tidak lagi pergi belajar dengan tukang sihir raja tetapi hanya pergi belajar dengan Pendeta.

    Mengetahui hal itu, Tukang sihir melaporkan kepada Raja lalu Remaja itu ditangkap, diazab dan dipaksa keluar dari agama kebenaran yang dipelajarinya dari Pendeta. Remaja itu tetap dengan pendiriannya walaupun Tubba’ Zu Nuwas akan membunuhnya.

    Untuk membunuhnya, pengawal raja diperintah untuk mencampakkannya ke tengah laut. Namun, ketika sampai di tengah laut, datang badai yang membuat sampan yang dinaiki terbalik. Semua pengawal raja mati tetapi Remaja itu pulang menghadap raja dengan selamat. Demikian Maha Berkuasanya Tuhan menyelamatkan hambanya yang sedang memperjuangkan kebenaran dari-Nya.

    Tubba’ Zu Nuwas masih tidak puas, lalu dia memerintahkan supaya Remaja itu dicampakkan dari atas gunung. Seluruh rakyat jelata dipanggil untuk menyaksikan hukuman ini. Apabila remaja ini hendak dicampakkan dari atas gunung berlakulah gempa bumi yang amat dahsyat sehingga seluruh tentara raja yang membawanya jatuh dari atas gunung tetapi Remaja itu tetap selamat dengan izin Allah.

    Remaja itu akhirnya membongkar rahasia jika Tubba’ ingin membunuhnya. Remaja itu berkata, agar dikumpulkan khalayak ramai. Tubba’ perlu mengikat Sang Remaja di sebatang pokok dan dipanah dengan anak panah kepunyaan Sang Remaja dengan menyebut, “Dengan nama Allah, Tuhan remaja ini.” Jika Tubba’ melaksanakannya barulah dia akan dapat membunuh Remaja itu.

    Tubba Zu Nuwas pun langsung melaksanakannya seperti yang telah diberitahu maka maka barulah Tubba berhasil membunuh Remaja itu. Namun semua rakyat yang menyaksikan peristiwa ini berkata, “Lihatlah! Tubba Zu Nuwas dengan kekuasaan dan kegagahannya tidak dapat membunuh remaja ini melainkan dengan menyebut “Dengan nama Allah, Tuhan remaja ini!” Bagi mereka, peristiwa itu ternyata membuktikan kebenaran agama Remaja itu, lalu Allah mencampakkan keimanan ke dalam hati 20 ribu rakyat Yaman ketika itu. Berimanlah mereka dengan agama kebenaran.

    Tubba Zu Nuwas benar-benar murka. Dia memerintahkan tentaranya menggali sebuah lubang yang besar dikenali sebagai Ukhdud dan dipenuhi dengan kayu bakar di dalamnya kemudian dinyalakan api yang besar. Sesiapa yang tidak mau murtad dari agama kebenaran akan dicampakkan ke dalam api itu. Al-Quran telah merekam peristiwa tragis ini dalam surah al-Buruj:
    “Demi langit yang mempunyai tempat peredaran bintang-bintang. Dan Hari (Pembalasan) yang dijanjikan. Dan makhluk-makhluk yang hadir menyaksikan hari itu, serta segala keadaan yang disaksikan. Celakalah kaum yang menggali parit. (Parit) api yang penuh dengan bahan bakaran. (Mereka dilaknat) ketika mereka duduk di sekelilingnya. Sambil mereka melihat apa yang mereka lakukan kepada orang yang beriman. Dan mereka tidak marah dan menyiksa orang yang beriman itu melainkan karena orang itu beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Terpuji” (Surah al-Buruj: 1-8)
    Kisah Nabi Muhammad
    Hadis Nabi Muhammad saw juga menceritakan sebuah kisah yang menyayat hati tatkala seorang ibu dengan bayinya yang masih menyusu hendak dicampakkan ke dalam api. Si ibu merasa takut dan ragu-ragu. Hatinya bagai disayat-sayat untuk membawa si kecil bersamanya masuk ke dalam api. Allah memperlihatkan kebesaran-Nya. Bayi itu tiba-tiba berkata kepada ibunya, “Wahai ibu, janganlah takut, masuk saja ke dalam api itu. Sesungguhnya ibu sedang menuju ke syurga!”

    Walaupun baru sebentar beriman namun kebenaran itu telah meresapi seluruh jiwa dan raga rakyat jelata Yaman. Mereka tidak berganjak sedikit pun walaupun akan dibakar dalam api yang menyala. Sungguh ajaib sebuah keyakinan apalagi ia adalah kebenaran. Sebanyak 20 ribu orang rakyat jelata telah syahid dibakar oleh Tubba Zu Nuwas.

    Dengan kehendak Allah, ada seorang lelaki yang berhasil selamat, namanya Daus bin Tsa’labah. Dia berhasil melarikan diri kepada Qaisar Rom yang juga beragama Nasrani. Menyalalah api kemarahan Qaisar apabila mendengar perbuatan Zu Nuwas membakar penganut Nasrani di Yaman. Qaisar mengirim wakilnya kepada Najasyi Raja Habsyah yang juga beragama Nasrani karena lokasinya paling dekat dengan Yaman. Qaisar Rom memerintahkan supaya Najasi mengirim tentara memerangi Tubba’ Zu Nuwas.

    Najasi yang juga marah, langsung mempersiapkan tentara sebanyak 70 ribu orang. Satu jumlah tentara yang sangat besar ketika itu malah belum pernah berlaku sebelumnya di Jazirah Arab. Tentara ini diketuai oleh seorang panglima yang bernama Aryath. Aryath dibantu oleh seorang lagi panglima Najasyi yang gagah bernama Abrahah.

    Tentara Aryath telah berhasil mengalahkan tentara Tubba Zu Nuwas. Zu Nuwas melarikan diri ke laut dan akhirnya bunuh diri. Dengan itu Habsyah telah menguasai Yaman dan Najasi melantik Aryath menjadi Gubernur di Yaman. Malang, apabila Aryath menjadi Gubernur, dia bukan saja dzalim pada rakyat Yaman malah pada tentaranya sendiri. Akhirnya sebagian tentara ada yang tidak tahan lagi dengan sikap Aryath. Tentara yang tidak tahan dengan sikap aryarth dipimpin oleh Abrahah

    Tentara Habsyah pecah menjadi dua kelompok. Ada yang setia menyokong Aryath dan ada yang mendukung Abrahah. Abrahah tidak ingin terjadi peperangan di kalangan sesama tentara Habsyah. Oleh karena itu, Dia telah menantang Aryath untuk bertarung satu lawan satu. Siapa yang menang dialah yang akan memerintah Yaman. Dalam pertarungan itu, Abrahah telah berhasil membunuh Aryath tetapi sebelum terbunuh Aryath sempat melibaskan pedangnya sehingga hidung Abrahah cacat. Sejak itulah Abarahah ini mendapat gelar ‘Abrahah al-Asyram’ iaitu Abrahah yang cacat hidungnya. Lalu Abrahah melantik dirinya sebagai Gubernur Yaman.

    Mendengar berita ini, Najasi marah kepada Abrahah karena berani membunuh Gubernur yang dilantiknya. Najasi bersumpah akan memimpin sendiri tentaranya ke Yaman dan tidak akan kembali ke Hasyah sebelum dia dapat menginjak-injak tanah Yaman dan membotaki kepala Abrahah sebagai satu tanda penghinaan kepada Abrahah. Abrahah ketakutan karena telah durhaka kepada Najasi. Namun dengan kepintarannya dia mengirim utusannya mengadap Najasyi membawa rambutnya dan tanah Yaman. Sehelai surat ditulis kepada kepada Najasyi. “Wahai Tuanku Najasyi, ini Abrahah sudah menyempurnakan sumpah Tuanku. Ini rambut Abrahah dan ini tanah Yaman untuk Tuanku pijak-pijak. Abrahah tetap taat setia dan tunduk kepada Tuanku Najasyi.” Dengan peristiwa itu Najasyi telah membatalkan niatnya memerangi Abrahah. Demikianlah penyelesaian masalah antara Abrahah dengan Najasyi.


    Kedatangan Agama Yahudi ke Jazirah Arab - Kisah Nabi Muhammad Part 1 Episode 4

    02 Maret 0
    Kedatangan Agama Yahudi ke Jazirah Arab
    Ketika itu rakyat Najran beragama Nasrani. Rakyat Yaman sebagian Yahudi dan sebagian lagi Nasrani. Sementara Yathrib dan Khaybar pula didiami oleh pendatang Yahudi dari Syam. Yahudi merupakan anutan kebanyakan penduduk mayoritas Yaman tetapi selepas itu Persia yang menganut Majusi telah menguasai Yaman. Ketika Rasulullah saw diutus, Yaman diperintah oleh kerajaan Persia. Ketika itu raja Rom bergelar Qaisar dan raja Persia bergelar Kisra, raja Habsyah bergelar Najasyi, dan raja Yaman bergelar Tubba.’
    kisah-nabi-muhammad-kedatangan-agama-yahudi-ke-jazirah-arab
    sumber: https://id.pinterest.com/albiben/oranje-horizon/
    Al-Quran menceritakan perihal kaum Tubba’ Yaman. Suatu ketika Yaman diperintah oleh Tubba’ yang bernama Tabban bin As’ad. Dia seorang raja yang terkenal dan selalu keluar berdagang dan melancong. Pada suatu ketika, dia keluar berdagang ke Syam ditemani oleh anaknya dan diiringi oleh tenteranya. Dalam perjalanan ke Syam, mereka singgah di Madinah. Tabban meninggalkan anaknya untuk mengurus perniagaannya di Syam. Berlaku salah paham di antara anaknya dan penduduk Madinah sehingga mereka telah membunuh anaknya. Apabila Tabban mendapat berita tentang pembunuhan anaknya, dia belik ke Madinah untuk menuntut balas atas kematian anaknya. Maka berlakulah peperangan di antara orang Yaman dan orang Madinah.

    Dalam peperangan itu ada satu perkara yang menjadikan dia keheranan, dia merasa pelik bahkan satu yang sangat menarik bagi Tabban. Orang Madinah karena terlalu pemurah, mereka berperang di siang hari tapi apabila tiba waktu malam mereka berhenti berperang. Pada waktu malam, penduduk Madinah mengantar makanan dan minuman kepada tentera Tabban yang memerangi mereka pada siang hari. Begitulah penduduk Madinah memuliakan tetamu walaupun tetamu itu adalah musuh yang memerangi mereka. Namun, kebaikan orang Madinah ini tidak mampu mengubah Tabban yang masih mau menuntut balas ke atas kematian anaknya.

    Di tengah peperangan itu, Tabban dikunjungi oleh sekumpulan pendeta Yahudi yang datang dari Syam. Mereka memang ingin bertemu dan berbincang dengan Tabban. Mereka bertanya apa yang Tabban mau dari peperangan ini. Tabban memberitahu mereka bahwa dia mahu menghancurkan Madinah. Mereka menasihati Tabban agar tidak meneruskan rancangannya itu karena ia tidak akan berhasil, sebaliknya Allah akan memusnahkannya karena Madinah ini adalah tempat hijrah Nabi Penutup segala Nabi. Begitulah menurut kitab Yahudi. Akhirnya Tabban berminat dan tertarik untuk mendalami Kitab Taurat. Akhirnya dia memeluk agama Yahudi dan berhenti dari memerangi penduduk Madinah.

    Selepas itu dia dan tenteranya kembali meneruskan perjalanan ke Mekah. Ketika itu Bani Huzail sedang memusuhi orang Mekah sedangkan mereka juga tidak suka kepada orang Yaman telah mengambil peluang ini untuk mengadu Yaman dan Mekah. Mereka menceritakan pada Tabban bahwa di Mekah terdapat satu bangunan yang dipanggil Ka’bah. Di bawah Ka’bah ini terdapat banyak emas dan permata. 

    Kenyataan itu memang benar karena ketika itu orang Arab menanam emas dan permata di Ka’bah untuk memuliakan Ka’bah. Apabila Tabban mendengar hal ini, datang perasaan tamaknya untuk menguasai semua harta itu. Dia mempersiapkan tenteranya untuk menyerang Mekah dan Ka’bah. Pendeta Yahudi yang masih bersama mereka karena mengajar agama Yahudi telah menasihati Tabban agar jangan menyerang Mekah dan Ka’bah. Mereka menasihatinya, “Menurut pengetahuan kami, Ka’bah adalah satu-satunya rumah Allah di atas muka bumi. Kalau kamu serang Ka’bah, Allah yang akan musnahkan kamu.” Tabban menerima nasihat ini bahkan bertanya kepada pendeta apa yang patut dia lakukan apabila dia memasuki Mekah nanti. Ujar mereka, “Bila engkau memasuki Mekah, hendaklah engkau membesarkan dan memuliakan Ka’bah dengan melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah.” 

    Tabban bertanya kepada pendeta itu, “Apakah kamu akan bertawaf juga?” para pendeta menjawab, “Kami juga ingin melakukan tawaf tetapi oleh karena Ka’bah saat ini dipenuhi dengan berhala di sekelilingnya, kami para ulama tidak sepatutnya bertawaf dalam keadaan begini.” Tabban telah melaksanakan nasihat pendeta Yahudi. Semasa dia berada di Mekah, dia bermimpi bahwa dia telah memakaikan kelambu pada Ka’bah. Maka Tabban memerintahkan orangnya menyiapkan kelambu Ka’bah. Dengan itu orang yang pertama memakaikan kelambu pada Ka’bah ialah Tabban bin As’ad. Selepas itu barulah kabilah Arab menyambung tradisi ini.

    Apabila Tabban pulang ke Yaman, dia memerintahkan semua rakyatnya menganut agama Yahudi tetapi rakyatnya tidak setuju. Rakyat Yaman ketika itu beragama Majusi yang menyembah api. Di setiap rumah mereka ada rumah api dan kalau berlaku perselisihan, mereka akan merujuk kepada Rumah Api. Apabila Rumah Api dibuka, siapa yang disambar api terlebih dahulu dialah yang bersalah. Rakyat Yaman mengambil keputusan untuk berhakim dengan api dalam masaiah arahan Tabban ini. Tabban pun bersetuju dengan penyelesaian ini. 

    Pada hari yang ditentukan, berkumpullah para pendeta Yahudi dan pendeta Majusi ke Rumah Api. Apabila dibuka pintu Rumah Api, api menyambar pendeta Majusi, lalu mereka lari menyelamatkan diri. Walaupun begitu, rakyat tetap tidak berpuas hati. Lalu diulangi penghakiman itu tetapi kali ini pendeta Majusi tidak diperbolehkan lari walau apapun yang akan berlaku. Apabila dibuka Rumah Api, api terus menyambar pendeta Majusi dan akhirnya semua mereka mati dibakar api. Menyaksikan peristiwa itu, semua rakyat Yaman telah memeluk agama Yahudi. Demikianlah bagaimana agama Yahudi mula bertapak di Semenanjung Arab.

    Bermulanya Syirik di Jazirah Arab - Kisah Nabi Muhammad Part 1 episode 3

    01 Maret
    Bermulanya Syirik di Jazirah Arab
    Selepas itu datang seorang pemimpin Arab dari Bani Khuza’ah yang dikenal sebagai Amru bin Luhayy membawa Bani Khuza’ah menyerang Bani Jurhum dan mengusir mereka keluar dari Mekah. Seterusnya Bani Khuza’ah menguasai Mekah. Amru bin Luhayy adalah orang pertama yang memperkenalkan berhala kepada kaumnya yang kemudian tersebar ke seluruh kabilah Arab yang lain.

    Karena dia orang yang kaya dan dermawan, maka dia telah menggunakan pengaruhnya dengan menyediakan layanan dan keperluan kepada sesiapa saja yang datang mengerjakan haji ke Mekah ketika itu. Kekayaan dan kedermawanannya itulah yang telah mempengaruhi penduduk Mekah sehingga mereka mendengar segala kata-kata Amru dan menurut segala perintahnya agar menyembah berhala. Amru telah menukar talbiah tauhid kepada talbiah syirik. Talbiah tauhid yang disunatkan untuk jemaah haji membacanya ketika Ihram telah dirubah.

    “Ketaatan hanya untuk-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu, sesungguhnya pujian dan nikmat hanya untuk-Mu,tiada sekutu bagi-Mu”
    Amru bin Luhayy telah merubah talbiah ini menjadi:
    “Tiada sekutu bagi-Mu melainkan sekutu yang menjadi milik-Mu. Engkau memilikinya dan segala kepunyaannya.”
    Talbiah yang mengesakan Tuhan ini telah diubah menjadi talbiah yang mensyirikkan Tuhan. Malah Amru telah mencipta binatang-binatang yang suci pula untuk ditaqdiskan oleh masyarakat. Dia menamakannya Saaibah, Bahiirah, Haami. Haami adalah seekor unta betina yang telah melahirkan sepuluh ekor unta jantan. Unta ini tidak boleh ditunggangi lagi, tidak boleh disembelih, tidak boleh disakiti bahkan ia mesti dimuliakan dan dipuja.

    Setiap kabilah mencipta berhala mereka sendiri. Terciptalah Hubal sebagai berhala orang Mekah, Wud berhala Bani Kilab, Suwa berhala Bani Huzail, Yaghuus berhala Bani Thoyyik dan penduduk Jerash, Yauu’qa berhala Bani Hamazan dan Nasr berhala orang Yaman. Ada dua berhala yang bernama Isaf dan Nailah mempunyai rahasia tersendiri.

     Kedua berhala ini diletakkan di Ka’bah dan disembah. Diceritakan Isaf adalah seorang pemuda dari Yaman dan Nailah adalah seorang gadis juga dari Yaman. Mereka telah bercinta tetapi keluarga mereka telah menghalang percintaan mereka. Mereka berjanji untuk lari dan bertemu di Mekah pada musim haji. Akhirnya mereka telah berzina di tepi Ka’bah tetapi tidak ada seorang pun mengetahui kejadian itu. Kemurkaan Allah telah menjadikan mereka berdua menjadi batu sebagai pengajaran dan peringatan kepada masyarakat.

     Selepas itu Isaf diletakkan di Safa dan Nailah diletakkan di Marwah. Apabila Amru bin Lahayy masuk ke Mekah, dia telah memindahkan kedua-dua batu ini ke Ka’bah. Akhirnya masyarakat sudah lupa asal-usul batu ini malah mereka menjadikan dua batu ini ‘Tuhan’ yang disembah. Demikianlah penyembahan berhala telah semakin meluas di Semenanjung Arab. Demikianlah manusia menjadi sesat apabila terputusnya pimpinan wahyu dari Tuhan.

    Pernah Sayidina Umar ketika menjadi Amirul Mukminin dilihat oleh para sahabat & menangis dan kemudian tertawa tanpa sebab yang dapat difahami. Apabila ditanya, “Wahai Amirul Mukminin, mengapa kami melihat kamu menangis kemudian tersenyum?” Sayyidina Umar pun bercerita, “Dulu aku dan kaum Quraisy sebelum Allah datangkan rahmat Islam, kami sangat membenci anak perempuan.

    Aku telah mendapat seorang anak perempuan dan dari saat kelahirannya kebencianku sudah bermula, tapi aku pendam rasa benci itu hingga dia berumur enam tahun. Ketika itu aku sudah tidak tahan lagi, lalu aku bawa dia ke padang pasir dan aku gali lubang untuk menguburkannya di situ. Anakku menyangka aku membawanya berjalan-jalan dan bermain-main. Lalu dia juga turut membantuku menggali lubang.

     Apabila lubang telah siap, aku mendorongnya ke dalam lubang dan aku mulai menimbunnya dengan pasir. Anakku yang masih belum tahu niatku, masih menyangka aku bermain-main telah menolong mengibaskan pasir dari janggut dan pakaianku. Namun akhirnya aku timbun dia hidup-hidup tanpa belas kasihan. Inilah kehidupan kami sebelum kedatangan Baginda Nabi Muhammad saw. Kami memuliakan anak lelaki dan menghina anak perempuan bahkan membunuh mereka hidup-hidup. Mengenang kebodohan dan kekejamanku itulah aku menangis.”

    Sayyidina Umar menyambung lagi, “Adapun rahasia tersenyumku, satu hari aku keluar dari Mekah. Sudah menjadi tradisi kami, kalau keluar dari Mekah biasanya akan membawa batu dari Mekah untuk dijadikan sembahan kami. Pada hari itu aku terlupa untuk membawa batu tapi aku membawa banyak tamar. Dengan tamar itulah aku ciptakan berhala kemudian aku sembah berhala itu. Apabila makanan aku habis dan aku menghadapi kelaparan yang amat sangat, terpaksalah aku makan berhala tamar yang aku sembah itu sedikit demi sedikit. Bila aku teringat peristiwa itu, aku ketawa sendiri.”

    Begitulah kehidupan bangsa Arab Jahiliyah sebelum kedatangan agama Islam. Alangkah hebatnya Baginda Nabi Muhammad saw yang telah berjaya mengubah bangsa Arab Jahiliyah ini menjadi peribadi yang sangat agung.

    Baca Lanjutan: Kedatangan Agama Yahudi ke Jazirah Arab - Kisah Nabi Part 1 Episode 4

    Allah Memerintahkan Nabi Ibrahim Membangun Ka'bah - Kisah Nabi Muhammad Part 1 Episode 1 & 2

    01 Maret
    Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang dan dengan berkat Rasulullah Muhammad saw serta berkat Mursyidku jua. Inilah singkapan sejarah hidup seagung-agung manusia di atas muka bumi ini. Kelahirannya telah mengubah kehidupan manusia dari memperhambakan diri kepada makhluk menjadi memperhambakan diri kepada Pencipta segala makhluk. Baginda Nabi Muhammad saw telah memperkenalkan Tuhan kepada manusia. Lahir dari didikannya segolongan manusia yang telah dapat mengenali Tuhan hingga cinta dan takut kepada Tuhan. Merekalah sebaik-baik ummah yang pernah dilahirkan ke dunia ini.

    Untuk memulakan sejarah ini wajarlah kita simak dahulu peristiwa sebelumnya agar kita juga dapat mengetahui sejarah bangsa-bangsa ketika itu. Nanti kita akan dapat melihat perbedaan mereka sebelum dan setelah kedatangan Rasulullah saw. Kedatangan pemimpin dari Tuhan itu telah mengubah Jaziratul Arabiah dan dunia. Dalam masa hanya dua puluh tiga tahun, Rasul itu telah berjaya membawa bangsanya dari sebuah bangsa yang diperhambakan kepada sebuah bangsa yang disegani lawan dan kawan. Semua itu hanyalah karena mereka telah diperkenalkan kepada Allah SWT. 

    Akhirnya mereka jatuh cinta kepada Dzat Yang Maha Agung itu. Lalu mereka sangat takut terhadap-Nya. Akhimya mereka layak menjadi pemimpin dan penyelamat kemanusiaan. Demikianlah rahmat besar yang dibawa oleh Baginda Rasulullah Muhammad saw. Benarlah kedatanganmu adalah rahmat, wahai Rasulullah.

    Allah Memerintahkan Nabi Ibrahim Membangun Kabah (Episode 1)
    Allah SWT telah memerintahkan Nabi Ibrahim a.s membawa isteri dan anak kecil kesayangannya, Nabi Ismail, untuk ditinggalkan di Mekah. Mekah ketika itu hanyalah sebuah wadi gersang dan kering-kontang. Namun di situlah Kabah dibangun oleh Nabi Ibrahim. Di situlah Rumah Allah dan tanahnya dimuliakan sebagai Tanah Haram. Demi menunaikan perintah Allah SWT, Nabi Ibrahim a.s telah meninggalkan isteri dan anaknya Nabi Ismail a.s di situ. Siti Hajar merasa terkejut karena di kawasan itu tidak ada air dan makanan bahkan tiada manusia dan kehidupan sama sekali. Namun dia akan ditinggalkan bersama seorang bayi kecil.
    Kisah-Nabi-Muhammad-Foto Kota Mekah di Masa Lalu
          Foto Kota Mekah di Masa Lalu
    Ketika Nabi Ibrahim a.s ingin meninggalkan tempat itu, Siti Hajar mengikutinya sambil bertanya kepada suaminya mengapa dia ditinggalkan sendirian di situ. Namun Nabi Ibrahim a.s tidak mengindahkannya. Akhirnya Siti Hajar bertanya, “Apakah Allah yang memerintahkan agar aku ditinggalkan di sini?” Nabi Ibrahim a.s, menjawab, “Benar wahai isteriku.” Mendengar jawaban itu, Siti Hajar dengan hati yang beriman kepada Allah berkata, “Kalau begitu, sudah pasti Allah tidak akan mensia-siakan kita.” Dia yakin, pasti akan ada pembelaan dari Allah, Tuhan yang Maha Baik itu. Tinggallah Siti Hajar di situ sendirian ditemani si anak kecil.

    Si anak menangis kehausan karena susu Siti Hajar sudah mulai kering. Tiada yang dapat dilakukan olehnya melainkan meminta kepada Allah SWT. Sambil meminta kepada Tuhannya, Siti Hajar berlari ke bukit Safa. Dari Bukit Safa, dia berlari pula ke bukit Marwa dengan harapan ada orang lewat di situ. Namun tiada sesiapa yang ditemuinya. Berkat rintihan hati Siti Hajar yang sangat yakin bahwa Allah SWT tidak akan mensia-siakannya, Allah SWT telah mengirim Malaikat Jibril menyingkap telaga Zam-zam dengan ujung sayapnya. Lalu terpancarlah air itu dari hentakan kaki anak kecilnya, bakal seorang Nabi. Inilah sejarah Zam-zam yang kekal hingga ke hari ini.

    Peristiwa ini berlaku selepas sebuah bendungan besar di Yaman yang dikenali dengan nama Sad Ma’ribpecah. Ia adalah sebuah bendungan besar yang menjadi sumber air dan sumber kehidupan kepada rakyat Yaman. Bendungan ini dibangun oleh kerajaan Saba’ yang terkenal dengan kepakaran seni bangunan. Mereka membina bendungan ini untuk menampung air hujan yang akan dimanfaatkan untuk keperluan harian dan pertanian mereka. 

    Apabila mereka kufur terhadap nikmat-Nya, Allah telah menghukum mereka dengan dihancurkannya bendungan itu yang menyebabkan berlakunya banjir besar. Akhirnya penduduk Yaman yang merupakan bangsa Arab terpaksa berpindah mencari kehidupan dan tempat tinggal yang baru. Sejak itu, bertebaranlah bangsa Arab ke seluruh Semenanjung Arab mencari kehidupan baru. Bani Tsaqif telah berpindah ke Taif, Bani Aus dan Bani Khazraj berpindah ke Madinah, Bani Ghasasinah berhijrah ke Syam, manakala Bani Manazirah pula berhijrah ke perbatasan Iraq.
    Kisah Nabi Muhammad Foto Bendungan Sad Marib
    Foto Bendungan Sad Marib
    Tidak berapa lama setelah peristiwa Zam-zam itu, berlaku suatu lagi ketentuan Tuhan. Bani Jurhum sedang dalam perjalanan mencari tempat tinggal baru. Ketika melewati dekat lembah Mekah, mereka heran apabila melihat kawanan burung berterbangan di kawasan itu. Kewujudan burung-burung itu menandakan adanya air di kawasan itu sedangkan mereka sangat tahu di kawasan itu tidak ada sumber air. Apabila diperiksa, ternyata memang ada air di situ. Malah mereka mendapati ada seorang wanita bersama anak kecilnya di mata air itu. Bani Jurhum yang terkenal dengan sifat baik itu, tidak merampas Zam-zam dari Siti Hajar. 

    Mereka telah meminta kebenaran untuk berkongsi air dengannya. Malah mereka sanggup membayar sewa telaga air itu kepada Siti Hajar. Demikianlah Allah yang Maha Baik tidak mensia-siakan hamba-Nya yang bergantung sepenuhnya dengan rahmat-Nya. Ini juga keberkatan doa dan rintihan hati seorang Nabi. Nabi Ibrahim, karena perintah Allah dengan hati yang lurus kepada Tuhan telah meninggalkan isteri dan anak kesayangannya di tempat yang mustahil untuk manusia hidup. Namun inilah keyakinan seorang Nabi kepada Tuhannya.

    Perintah Membangun Kabah (Episode 2)
    Perintah Membangun Kabah
    Setelah Nabi Ismail a.s agak dewasa, Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail membangun Kabah di atas tapak asas Kabah yang dibangun oleh Nabi Adam a.s. Kabah pertama telah dibangun di zaman Nabi Adam, tetapi ia telah telah runtuh dan tertimbun. Setelah Kabah selesai dibangun, terdapat satu sudut yang tidak dapat disempurnakan karena tiada batu yang sesuai ukurannya untuk diletakkan di sudut itu. Mereka telah berusaha mencari batu yang sesuai, namun tidak dapat ditemukan. Oleh karena itu, Allah telah menurunkan sebuah batu dari syurga. Itulah Hajarul Aswad yang disunatkan pada jemaah haji mengucupnya sampai ke hari ini.
    Kisah-Nabi-Muhammad-Hajar-Aswad
    Hajar Aswad
    Ka’bah hanyalah sebuah bangunan batu. Apabila ia selesai dibangun, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim melaungkan azan menyeru manusia supaya mendatangi Ka’bah. Nabi Ibrahim bertanya, “Wahai Tuhan, bagaimanakah suara saya akan sampai kepada semua manusia?” Allah berfirman, “Wahai Ibrahim, tugas kamu hanyalah menyeru. Allahlah yang akan menyampaikan kepada manusia.” Untuk melaksanakan perintah Tuhan itu, Nabi Ibrahim mendaki Jabal Arafah dan melaungkan azan menyeru manusia dari seluruh dunia ke Ka’bah. 

    Maha Besar Tuhan, dengan kuasanya yang tiada batas itu, Allah telah menjadikan seruan Nabi Ibrahim dapat di dengar seluruh manusia ketika itu. Bahkan Allah telah menjatuhkan ke dalam hati-hati manusia rasa cinta dan rasa hormat terhadap Ka’bah. Demikianlah ketaatan mutlak Nabi Ibrahim dalam melaksanakan perintah Allah. Demikian pula Allah yang Maha Berkuasa itu telah menjayakan kehendak-Nya.

    Bermulalah manusia berdatangan menunaikan haji di Ka’bah khususnya dari Semenanjung Arab. Tiada siapa mengajarkan dan mengarahkan mereka tetapi mereka telah membesarkan dan memuliakan Ka’bah. Bermulalah ibadah Haji dengan kuasa Allah. Dari situ tersebarlah agama kebenaran sehingga akhirnya seluruh bangsa Arab menganut agama Nabi Ibrahim. Allah-lah yang telah memenangkan agamanya tanpa campur tangan siapa pun. Bukankah ini kebenaran janji Allah dalam Quran-Nya? Firman Allah:
    “Tiadalah kemenangan itu melainkan semata-mata kurniaan dari Allah.”